Jumat, 07 Januari 2011

Khasiat Power Balance Cuma Efek "Placebo

Gelang Power Balance selama beberapa bulan belakangan menjadi fenomenal. Beberapa tokoh terkenal dunia pun mengenakannya, seperti David Beckam dan Christiano Ronaldo. Dikatakan, produk tersebut bisa meningkatkan keseimbangan, kekuatan, dan fleksibilitas tubuh.
Produsen Power Balance memang tidak memiliki bukti ilmiah tentang manfaatnya. Namun, mereka mengatakan, jutaan orang dari 30 negara telah merasakan manfaat gelang itu. Salah satu yang mengklaim merasakan manfaatnya adalah tim rugby Cardiff Blues dari Wales, Inggris.
Untuk mengkaji secara ilmiah manfaatnya, program BBC Wales X-Ray bekerja sama dengan ilmuwan dari University of Wales Institute Cardiff (UWIC) melakukan penelitian. Kedua pihak melakukan tes pada 10 atlet secara acak dan melihat perubahan yang terjadi setelah menggunakan gelang itu.
Dr Gareth Irwin, Kepala Departemen Bio Mekanik UWIC yang terlibat dalam riset itu, meminta para atlet melakukan empat latihan ringan dengan dan tanpa gelang Power Balance. Tes yang dilakukan berbeda dengan tes yang diujikan oleh pabrik gelang Power Balance sebelumnya.
Irwin meminta seluruh atlet memejamkan mata selama tes. Hasilnya, tes yang sangat sederhana menunjukkan tidak adanya perbedaan performa antara menggunakan gelang Power Balance dan gelang lain. "Kami menganalisis secara statistik dan menemukan tak ada perbedaan yang signifikan," ujarnya seperti dilansir situs BBC, November 2010.
Ia menandaskan, "Fisiologi dan biologi atlet tidak berubah dengan mengenakan gelang itu. Perbedaan kecil mungkin ada, tapi itu hanya efek placebo." Hasil riset ini sama dengan pendapat Dr Andrew Dearden dari British Medical Association yang mengatakan, gelang Power Balance adalah "pseudo science".
Saat ini pihak Power Balance telah menghapus video promosinya sebagai bagian dari perubahan situs produk tersebut di Inggris. Perusahaan itu dikatakan juga telah "mematikan" seluruh situs tidak resmi Power Balance untuk mengurangi adanya informasi yang tidak akurat.
Menanggapi hasil investigasi BBC dan UWIC, seorang juru bicara mengatakan, kalangan yang percaya pada kekuatan Power Balance tidak pernah memaksakan. Bahkan, mereka berjanji akan mengembalikan uang jika pemakai tidak merasa puas dengan manfaat gelang itu.
Pihak perusahaan juga mengatakan, tim dan individu di Inggris yang mengenakan gelang itu tidak dibayar. Mereka hanya membayar beberapa atlet di Amerika Serikat sebagai kompensasi ketika memakai image-nya. Tim Cardiff Blues mengaku tidak mendapat bayaran. Pemerintah Cardiff tidak bereaksi dengan hasil investigasi ini.

Kamis, 06 Januari 2011

KERA SAKTI LYRICS

Hahaa, huuu
Sun Go Kong is in the house (3x)

Seekor kera, terpuruk, terpenjara dalam gua
Di gunung tinggi suci tempat hukuman para dewa
Bertindak sesuka hati, loncat kesana kesini
Hiraukan semua masalah di muka bumi ini

Dengan sehelai bulu dan rambut dari tubuhnya
Dia berubah menerpa menerjang segala apa yang ada
Walau halangan, rintangan smakin panjang membentang
Tak jadi masalah dan takkan jadi beban pikiran

Berkelana s'tiap hari demi mencari kitab suci
Dengan dukungan dari gurunya, temukan jati diri
Semua kan dihadapi, dengan gagah berani
Walau aral rintangan setiap saat datang tuk menguji


Kera sakti...
Tak pernah berhenti, bertindak sesuka hati
Kera sakti...
Menjadi pengawal, mencari kitab suci
Kera sakti...
Liar, nakal, brutal, membuat semua orang menjadi gempar
Kera sakti...
Hanya hukuman yang dapat menghentikannya

Walau halangan, rintangan, membentang
Tak jadi masalah dan takkan jadi beban pikiran


Hahaa, huuu
Sun Go Kong is in the house (3x)

Rabu, 05 Januari 2011

Selamat Untuk Indonesia, Urutan 16 Ekonomi Dunia

Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa dalam pidato kunjungan kerjanya di Kota Dumai, Riau, Minggu, mengatakan, tingkat perekonomian Indonesia berada di peringkat 16 besar dari seluruh negara di dunia.
Hatta menerangkan, sejauh ini berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2010 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 6,5 persen pada 2011.

"Dengan demikian prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik dari perkiraan sebelumnya," papar Hatta.
Menko Perekonomian memperkirakan pada 2030 pendapatan per kapita Indonesia sudah diatas 17.000 dolar AS pertahun.
Hal tersebut menurut Hatta menimbang kondisi perekonomian Indonesia yang mengalami pertumbuhan cukup pesat dan terus meningkat sejak 1970.
"Pada akhir 2010 saja diperkirakan pendapatan per kapita Indonesia sudah mencapai 3.000 dolar AS pertahun. Jumlah ini sudah di luar target pemerintah selama ini," ungkapnya.
Menurut Hatta, di samping tetap kuatnya permintaan domestik, perbaikan terutama bersumber dari sisi eksternal sejalan dengan pemulihan ekonomi global, seperti terlihat dari ekspor yang mencatat pertumbuhan positif sejak triwulan IV-2009 juga merupakan pendongkrak perekonomian Indonesia.
Pemulihan ekonomi global dikatakan Hatta terlihat dari berbagai indikator ekonomi baik di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Jepang maupun di kawasan Asia seperti China dan India yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi negara-negara yang merupakan mitra dagang mereka termasuk Indonesia.
Kendati demikian Hatta memandang pembangunan ekonomi yang cukup berhasil tersebut tampaknya tidak atau belum berdampak positif terhadap tingkat angka kemiskinan di seluruh wilayah RI.
"Untuk itu sedapat mungkin hal ini harus ada jalan keluarnya